Senin, 11 Februari 2019
Langkah kaki
By: Tankopeg
Aku memafkan setiap kesalahan bukan tuk mencari kebenaran
Aku mencari kebenaran bukan tuk meutupi setiap kesalahanku
Tapi jauh di atas segalanya…
Aku menemukan setitik hikmah yang terselip dalam kesempurnaan baik maupun buruk.
Kebenaran dan Kesalahan adalah dua sisi yang melenkapi
Begitupun juga kebaikan dan keburukan
Baik bisa di ketahui karna ada buruk
Benar bisa di katakan karna ada kesalahan
Mereka laksaa langkah kaki yang ingin Saling mendahului
Tergatung tempat mana yang ingin mereka tuju.
Minggu, 10 Februari 2019
Kepada Rasulullah SAW
By : Rass Tjan
Wahai kekasih alam semesta raya
aku bingun dengan cintaku padamu
Tek pernah ku jumpa muka denganmu.
Namun sisi relung ini penuh bahkan tumpah
Terisi namamu dan puja puji ku padamu.
Ya bagindaku,jikalau saja cinta ku ini
Di sandingan dengan pedang yang paling tajam.
Jatuh kepala ku di tanah.
Takan geming diriku dan cinta ini padamu.
Ya Rasulullah.
Apa yang telah engkau tancapkan pada hatiku?.
Hingga abjat pun habis ku urai,merangkai perbait kata cinta padamu.
habis semua kata yang bahkan paling suci pun kalimat tak bisa menandingi dirimu ku puja lewat tulisan.
Kusebrangi kampus-kampus bahasa seantero jagad,
Tak ada bahasa khisan suci yang mampu ku sandingan padamu ya Rasulullah.
Jiwa selalu terisi rasa yang menggebu
Bergetar hati selalu mendengar namamu.
Bahkan air mata pun tak bisa menepis kerinduan yang begitu besar,lebih dari semesta
Takan berujung..
Aku mendengar kisah tentangmu dari buku-buku yang ku baca,
cerita-cerita sahabatmu tentang mu yang di bukukan.
Susah payahmu,kesederhanaanmu,kesabaran,teguh,
kelembutanmu bertutur kata, kejujuranmu berucap yang tak bisa ku urai dari hulu ke hilir.
Membuatku merasa malu ya nabi Allah.
Betapa hina nya aku ya Rasulullah.
Aku yang begitu mengagungkan mu namun
Tak ada satu ahlak mu yang ku tiru.
Aku merasa tak pantas mencintaimu ya Baginda.
Penyesalan ini menjadikanku merasa manusia
Paling rendah seantero raya.
Ya Rasulullah.
Apakah ku pantas berucap rindu padamu?.
Marah dan ambil se isi dalam diriku juga hidupku.
Asal jangan engkau melarang ku berucap rindu padamu ya rasulullah..
Assalamu alaika ya Rasulullah.
Terima dan ambillah puja pujiku padamu.
Tak mengapa bila puja pujiku hanya menjadi
Debu paling haram di hadrat mu.
Bagiku sudah lebih dari ribuan berbukit emas dan permata.
Ya Rasulullah.
Ku tak berharap syafaatmu berbanyak.
Yang ku harap hanya secuil rodhomu
Menerima puja puji ku semata.
Maka Pelukan itu menjadi lapang di liang lahat
Jiwa ku tenang ke neraka .
Sepetang hari ku cumbu waktu
Sepedang cinta yang tanjam aku terpaku
Melingkari jiwa begitu sahdu.
Berucap rindu tak pernah ku malu
Dalam hati siapa tahu berbisik juga ku mau.
Syair ku riuh bermadu candu.
Pada cinta ku yang ku tujuh
Untuk dikau kekasih penghuni relung kalbu.
Salam rindu dan cinta Baginda ku
asholatu wassalamu alaika ya rasulullah.
asholatu wassalamu alaika ya Habibullah.
asholatu wassalamu alaika ya sayyidi
Alaika ya sayyidin awwalina wal akhirin
Dari pendosa ulung :
RASS TJAN.
Wahai kekasih alam semesta raya
aku bingun dengan cintaku padamu
Tek pernah ku jumpa muka denganmu.
Namun sisi relung ini penuh bahkan tumpah
Terisi namamu dan puja puji ku padamu.
Ya bagindaku,jikalau saja cinta ku ini
Di sandingan dengan pedang yang paling tajam.
Jatuh kepala ku di tanah.
Takan geming diriku dan cinta ini padamu.
Ya Rasulullah.
Apa yang telah engkau tancapkan pada hatiku?.
Hingga abjat pun habis ku urai,merangkai perbait kata cinta padamu.
habis semua kata yang bahkan paling suci pun kalimat tak bisa menandingi dirimu ku puja lewat tulisan.
Kusebrangi kampus-kampus bahasa seantero jagad,
Tak ada bahasa khisan suci yang mampu ku sandingan padamu ya Rasulullah.
Jiwa selalu terisi rasa yang menggebu
Bergetar hati selalu mendengar namamu.
Bahkan air mata pun tak bisa menepis kerinduan yang begitu besar,lebih dari semesta
Takan berujung..
Aku mendengar kisah tentangmu dari buku-buku yang ku baca,
cerita-cerita sahabatmu tentang mu yang di bukukan.
Susah payahmu,kesederhanaanmu,kesabaran,teguh,
kelembutanmu bertutur kata, kejujuranmu berucap yang tak bisa ku urai dari hulu ke hilir.
Membuatku merasa malu ya nabi Allah.
Betapa hina nya aku ya Rasulullah.
Aku yang begitu mengagungkan mu namun
Tak ada satu ahlak mu yang ku tiru.
Aku merasa tak pantas mencintaimu ya Baginda.
Penyesalan ini menjadikanku merasa manusia
Paling rendah seantero raya.
Ya Rasulullah.
Apakah ku pantas berucap rindu padamu?.
Marah dan ambil se isi dalam diriku juga hidupku.
Asal jangan engkau melarang ku berucap rindu padamu ya rasulullah..
Assalamu alaika ya Rasulullah.
Terima dan ambillah puja pujiku padamu.
Tak mengapa bila puja pujiku hanya menjadi
Debu paling haram di hadrat mu.
Bagiku sudah lebih dari ribuan berbukit emas dan permata.
Ya Rasulullah.
Ku tak berharap syafaatmu berbanyak.
Yang ku harap hanya secuil rodhomu
Menerima puja puji ku semata.
Maka Pelukan itu menjadi lapang di liang lahat
Jiwa ku tenang ke neraka .
Sepetang hari ku cumbu waktu
Sepedang cinta yang tanjam aku terpaku
Melingkari jiwa begitu sahdu.
Berucap rindu tak pernah ku malu
Dalam hati siapa tahu berbisik juga ku mau.
Syair ku riuh bermadu candu.
Pada cinta ku yang ku tujuh
Untuk dikau kekasih penghuni relung kalbu.
Salam rindu dan cinta Baginda ku
asholatu wassalamu alaika ya rasulullah.
asholatu wassalamu alaika ya Habibullah.
asholatu wassalamu alaika ya sayyidi
Alaika ya sayyidin awwalina wal akhirin
Dari pendosa ulung :
RASS TJAN.
Kekasih seutuhnya
By: amar Laduni
Air tidak harus bergejolak utk menyatakan bahwa dia basah
Api tidak harus membara diri menerangkan bahwa dia panas
Tanah tidak harus mengurai diri utk mengemukakan bahwa dia kering
Bayu tidak perlu mangamuk dalam hembusannya utk mendengarkan bahwa dia dingin.
Begitu pula kisah cinta kita.
Untuk menyadari keniscayaan cinta kita
Kamu tidak harus bersusah kahyuna menelusuri rimba2 ma'rifat belantara.
Kamu tidak harus menyelam dalam kitab2 samudra ilmu
Kamu tidak harus menyulam rasi2 bintang hakikat.
Jangan engaku tanyakan mengapa matahari Qalbi tidak pernah berhenti bersinar kasih
Jangan engkau heran mengapa rembulan jiwa membias putih bersih menghiasi langit cinta ruangi insani.
Sebab dalam pengembaraan cipta, menguap lalu tercipta, berbuah ciptaan.
Kamu tercipta hanya untukku sayangku.
Kamu ada karena aku, & aku dikatahui karena beradaanmu.
Aku hadir semata-mata karena begitu beningnya cinta ini bagimu.
Kamu cukup jangan duakan aku.
Aku cinta padamu.
Air tidak harus bergejolak utk menyatakan bahwa dia basah
Api tidak harus membara diri menerangkan bahwa dia panas
Tanah tidak harus mengurai diri utk mengemukakan bahwa dia kering
Bayu tidak perlu mangamuk dalam hembusannya utk mendengarkan bahwa dia dingin.
Begitu pula kisah cinta kita.
Untuk menyadari keniscayaan cinta kita
Kamu tidak harus bersusah kahyuna menelusuri rimba2 ma'rifat belantara.
Kamu tidak harus menyelam dalam kitab2 samudra ilmu
Kamu tidak harus menyulam rasi2 bintang hakikat.
Jangan engaku tanyakan mengapa matahari Qalbi tidak pernah berhenti bersinar kasih
Jangan engkau heran mengapa rembulan jiwa membias putih bersih menghiasi langit cinta ruangi insani.
Sebab dalam pengembaraan cipta, menguap lalu tercipta, berbuah ciptaan.
Kamu tercipta hanya untukku sayangku.
Kamu ada karena aku, & aku dikatahui karena beradaanmu.
Aku hadir semata-mata karena begitu beningnya cinta ini bagimu.
Kamu cukup jangan duakan aku.
Aku cinta padamu.
Lukisan Rindu
By : Amar Laduni
Melihat Dalam Pendengaran,
Mendengar Dalam Penglihatan,
Melukis Dalam Rasa,
Mengetahui Dalam Cinta.
Terkesimaku Dalam Lantunan Khasanah Budi Semesta Raya - Dari Sana Terdengar Sunnahmu,
Tersentakku Mahsyur Perangaimu - Dari Sana Terpana Ku Memandangmu,
Kidung Jiwa Membahana Dihati - Dari Sana Kanvas Ku Tarik Rasa Lukisan Kehadiranmu,
Arus Gelombang Samudra Ilmu Juga Ma'rifat Membuih Hakikat - Dari Sana Kesadaranku Dikuasai Cinta Semata Jua,
Duhai Kekasih...
Kesemestaan, Itulah Identitasmu, Pula Eksistensiku.
Bilakah Rembulan Mengalir Kisah Kasih,
Aku Adalah Pujangga Yang Mendambakanmu.
Bilakah Samudra Kaustar Mengandung Misteri,
Aku Adalah Sahaya Dahaga Yang Membutuhkanmu.
Duhai Kekasih...
Tolong Ajari Aku,
Bagaimana Seharusnya Sahaya Ini Melantunkan Aksara Makna Berkasih Denganmu ??!
Bak Merangkul Bintang Dilangit,
Tertatih-tatih Aku Menjamahmu,
Lembaran-lembaran Jagad Ku Jadikan Lukisan,
Tarian-tarian Kanvasku Tak Usai Pula Mencitrakanmu.
Mutiara Berselimut Berlian,
Kasih Yang Engkau Berikan.
Laksana Aroma Surgawi,
Ruangi Insani Mekarlah Kasih & Asa Tanpa Batas.
Kisah Ini Membias Kias Dalam Relung Kenangan Qalbi,
Bilakah Sang Waktu Terpaku Berbuah Kaku,
Pintaku, Engkau Selalu Menyertaiku.
Duhai Kekasih...
Aku Rindu Padamu.
Melihat Dalam Pendengaran,
Mendengar Dalam Penglihatan,
Melukis Dalam Rasa,
Mengetahui Dalam Cinta.
Terkesimaku Dalam Lantunan Khasanah Budi Semesta Raya - Dari Sana Terdengar Sunnahmu,
Tersentakku Mahsyur Perangaimu - Dari Sana Terpana Ku Memandangmu,
Kidung Jiwa Membahana Dihati - Dari Sana Kanvas Ku Tarik Rasa Lukisan Kehadiranmu,
Arus Gelombang Samudra Ilmu Juga Ma'rifat Membuih Hakikat - Dari Sana Kesadaranku Dikuasai Cinta Semata Jua,
Duhai Kekasih...
Kesemestaan, Itulah Identitasmu, Pula Eksistensiku.
Bilakah Rembulan Mengalir Kisah Kasih,
Aku Adalah Pujangga Yang Mendambakanmu.
Bilakah Samudra Kaustar Mengandung Misteri,
Aku Adalah Sahaya Dahaga Yang Membutuhkanmu.
Duhai Kekasih...
Tolong Ajari Aku,
Bagaimana Seharusnya Sahaya Ini Melantunkan Aksara Makna Berkasih Denganmu ??!
Bak Merangkul Bintang Dilangit,
Tertatih-tatih Aku Menjamahmu,
Lembaran-lembaran Jagad Ku Jadikan Lukisan,
Tarian-tarian Kanvasku Tak Usai Pula Mencitrakanmu.
Mutiara Berselimut Berlian,
Kasih Yang Engkau Berikan.
Laksana Aroma Surgawi,
Ruangi Insani Mekarlah Kasih & Asa Tanpa Batas.
Kisah Ini Membias Kias Dalam Relung Kenangan Qalbi,
Bilakah Sang Waktu Terpaku Berbuah Kaku,
Pintaku, Engkau Selalu Menyertaiku.
Duhai Kekasih...
Aku Rindu Padamu.
Hadirmu.
By : Amar Laduni
Kau Hadir Laksa Mentari
Namun Membekas Misteri
Wejanganmu Kian Terang Melintasiku
Walau Mengalir Samar Dalam Keterbatasku
Lembut Embun Pagi, Ada Ditiap Bahasamu
Merasuk Indah Dalam Imajiku
Sebaya Kecupan Nikmat Pernah Bersua
Takkan Hilang Ditelan Masa
Rindu Hati Bila Bertemu
Kan Tercurah Mutiara Dharmaku
Duhai Tuanku...
Duhai Yang Terkasih...
Hingga Senja Tersipu Malu
Semangatku Tak Kan Terbatas Waktu
Sudikah Bila Hiasi Derap Langkahku
Asa Membara Ruangi Dentum Kisahku
Berkobarlah Gema Berkasih
Duhai Tuanku...
Duhai Yang Terkasih...
Papah Aku, Tuntun Aku, Ridhai Aku
Apalah Dayaku,
Terlunta-lunta Dalam Misteri
Marahmu Berselimut Kasih
Kasihmu Berselimut Marah
Dekatmu Adalah Jauhmu
Jauhmu Adalah Dekatmu
Engkau Begitu Misterius
Namun Rahasia Ada Dihati
Akan Ku Jaga Hingga Nanti.
Kau Hadir Laksa Mentari
Namun Membekas Misteri
Wejanganmu Kian Terang Melintasiku
Walau Mengalir Samar Dalam Keterbatasku
Lembut Embun Pagi, Ada Ditiap Bahasamu
Merasuk Indah Dalam Imajiku
Sebaya Kecupan Nikmat Pernah Bersua
Takkan Hilang Ditelan Masa
Rindu Hati Bila Bertemu
Kan Tercurah Mutiara Dharmaku
Duhai Tuanku...
Duhai Yang Terkasih...
Hingga Senja Tersipu Malu
Semangatku Tak Kan Terbatas Waktu
Sudikah Bila Hiasi Derap Langkahku
Asa Membara Ruangi Dentum Kisahku
Berkobarlah Gema Berkasih
Duhai Tuanku...
Duhai Yang Terkasih...
Papah Aku, Tuntun Aku, Ridhai Aku
Apalah Dayaku,
Terlunta-lunta Dalam Misteri
Marahmu Berselimut Kasih
Kasihmu Berselimut Marah
Dekatmu Adalah Jauhmu
Jauhmu Adalah Dekatmu
Engkau Begitu Misterius
Namun Rahasia Ada Dihati
Akan Ku Jaga Hingga Nanti.
Senin, 04 Februari 2019
KAMALUL YAKIN
By: Amar Laduni
(Kesempurnaan Keyakinan)
Dalam suatu perjumpaan antara seorang penuntut ilmu dng seorang yg bijak. Atas izin Allah, terjadilah pembahasan yg hasanah.
Org Bijak : Asalam. Wr. Wb. (salamnya kpd penuntut ilmu)
Org Berilmu : Wsalam. Wr. Wb. (sembari tersenyum)
Org Bijak : Tahukah Kamu, ada berapa jenis golongan org yg mendapat pengetahuan, akibat ia mempelajari Al-Qur’an ??
Org Berilmu : Mohon bimbingannya, Tuan..,(dng rendah hati ia berharap pencerahan)
Org Bijak : Dengarkan baik2,.. org2 yg mendapat pengetahuan, akibat ia mempelajari Al-Qur’an. Mereka terbagi dalam 3 golongan ;
1. Golongan yg pertama, adalah org2 yg mendapat pengetahuan, akibat ia mempelajari Al-Qur’an adalah apa yg sebatas pandangannya sj. Yang dia lihat adalah sebuah cerita, hukum, hal2 yg baik & buruk, perihal halal-haram, perihal dosa-pahala. Golongan ini sering bantah-bantahan persoalan yg ghaib, bantah-bantahan persoalan yg mereka sendiripun tidak memahaminya. Mereka ini hidup dalam cerita-cerita agama yg mereka terima secara turun-temurun. Jika mereka benar dng agamanya, mk mereka akan diampuni dosanya & tetap masuk syurga.
2. Golongan yg kedua, adalah org2 yg mendapatkan pengetahuan, akibat ia mempelajari Al-Qur’an adalah hal2 hakikatnya. Mereka memiliki Karomah. Pengetahuan mereka tidak hanya sekedar apa yg mereka pandang, tp mereka benar2 menyakini hal2 yg ghaib, bagi mereka, syaitan adalah benar2 musuh yg nyata. Mereka tahu persis kebajikan yg mereka kerjakan diterima atau tidak. Mereka mampu mengindara Syaitan, Jin, Malaikat, Para Wali, Para Nabi. Mereka jg dirahmati dng pengetahuan Ma’rifat. Mereka dibekali dng Firasat & Basyrah dr sisi Allah SWT. Mereka jg mendapatkan keistimewaan berupa ilmu laduni. Amalan-amalan mereka dijadikan Allah adalah Nuur. Mereka jg dirahmati pengetahuan ilmulyakin, ainulyakin, hakkulyakin. Jika mereka benar dng agamnya, mereka akan terampuni dosanya & masuk syurga.
3. Golongan yg ketiga, adalah org2 yg mendapatkan pengetahuan, akibat ia mempelajari Al-Qur’an adalah pengetahuan rahasia dibalik hakikat. Shalawat adalah kehidupan mereka & kehidupan mereka merupakan Shalawat itu sendiri. Allah adalah rahasia mereka & mereka adalah rahasia Allah. Mereka ini senantiasa berlomba-lomba utk mendekati Nabi SAW (akhlaknya Nabi SAW.). Mereka ini, seketika itupun gugur air mata mahabbahnya ketika disebut asma Allah SWT & Nabi SAW. Bagi mereka, nyata benar bhw kehidupan dunia ini hanyalah sandiwara belaka. Begitu dalamnya pengetahuan mereka, hingga seakan-akan oleh masyarakat, mereka dianggap sebagai org yg biasa2 sj bahkan mereka kadang dicela, dihina. Tapi mereka sangat dimuliakan dikalangan mukarrabun. Golongan semacam ini senantiasa dalam keadaan muchlisina lahuddin. Bagi mereka amal shalih itu tdk ada, sbb jk amal shalih itu ada mk ikhlas itu tdk ada, jk ikhlas itu ada, mk yg namanya amal shalih itu menjadi tdk ada. Allah SWT menyempurnakan keyakinan mereka berupa Kamalul Yakin (Kesempurnaan dalam Keyakinan). Jika mereka benar dng agamnya, mk syurga tertinggi adalah balasan utk mereka.
Org Berilmu : Subahanallah ... beruntung Saya diizinkan Allah SWT., utk mendengarkan hal ini dr Tuan. Muda-mudahan Saya jg dijadikan Allah SWT sbg org2 yg disempurnakan keyakinannya.
Org Bijak : Nak...dalam basyrah yg Sy terima, mengandung nasihat yg berharga utk sm2 kita tafakkuri. Dalam suatu kesempatan saat Saya dalam keadaan terjaga, disuatu tepian pantai yg indah. Sperti terlintas suatu gambaran suasana, gambaran itu ada tp sebenarnya tdk ada, sprt tdk ada tp sebenarnya ada. Namun Saya memahami benar makna dr gambaran itu. Dalam basyrah itu, terlihat sebuah pulau dng talud yg didepannya ada samudera yg luas. Seketika itupun hati Saya lgsg memahami makna dr gambaran trsbt. Pulau itu adalah isyarat diri manusia, talud itu adalah pengetahuan (yg dihati) & pemikiran (yg diakal), kemudian samudera itu adalah ilmu Allah SWT yg luas. Seolah-olah nasihat yg mau disampaikan jk diredaksionalkan mungkin kurang lebih sprt ini ; “Bagaimana mungkin akan tercurah pengetahuan samudera ilmu dr sisi Allah SWT., jika kamu sudah membatasi pulau dirimu dengan talud pengetahuan/pemikiran yg saat ini ada padamu, arus samudera ilmu akan terpental balik, akibat kerasnya pulau dirimu mengagungkan talud pengetahuan/pemikiranmu”. Ada org yg berlama-lama digolongan pertama sebab kebodohannya. Ada org yg sampai akhir hayatnya, ia hanya dalam lingkaran golongan kedua, disebabkan mudah merasa puas dng apa yg sd dicapai. Egomu itu menjadi penyebab terhambatnya arus samudera ilmu dr sisi Allah SWT. Lepas semua ke-aku-an dirimu, kamu hanyalah hamba & tdk lebih dr itu. Kehadiranmu dikehidupan ini, dijadikan-Nya kamu dng peran-peran. Ada yg berperan sbg Guru/Syech, santri/murid, imam/makmum, penguasa/rakyat, kaya/miskin, org tua/anak, dll.
Allah itu berbuat sesuka-Nya, Dia mampu membuat asbab datangnya arus pengetahuan samudera ilmu dr arah yg tiada kamu sangka-sangka, bs dr dirimu sendiri, bs dr org2 yg km senangi atau bahkan dr org2 yg tdk km senangi, bs dr tuan2 guru, bs jg santri2mu, bs dr mimbar-mimbar dakwah, bs dr isterimu, jg bs dr anakmu/org tuamu. Dia Maha Meliputi segala sesuatu, kemana kamu memandang disitu wajah-Nya. Dia hadir pdmu bs dlm berupa suka-duka, baik-buruk, anak2/org tua, sehat-sakit, dan sebagainya.
Org Berilmu : Subahanllah..., beruntung sekali hr ini Sy diperjumpakan Allah dng Tuan.., muda-mudahan Sy tdk cepat puas dng apa yg sd Sy dapatkan.
Org Bijak : Semoga keutamaan Shalawat senantiasa tercurah kpd Kita & jg kpd segenap keluarga yg kita cintai. Amiin.
Org Berilmu : Amiin, yaa Rabbal Alamiin ...
#semoga keutamaan shalawat tercurah kpd penulis & pembaca
#semoga bermanfaat bagi penulis & pembaca.
#melalui postingan ini, penulis hanya berupaya utk mengimplementasikan isi dr Q.S. Al-Asr
Surat Al-Asr
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
وَٱلْعَصْرِ
Demi masa,
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
sungguh, manusia berada dalam kerugian,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
JALINAN TAKDIR
By : Basnu jiko Makolano Pandanganku tertutup tertulis suratan Di balik nyanyian diam tergoreskan Tak ku rebut takhtaMu mengucap luap...
-
Oleh Rass Tjan Cinta tak memilih warna kulitmu,rupamu Dan hartamu. Juga siapa dirimu. Ia datang pada siapa saja yang berhati man...
-
By : Rass Tjan Wahai kekasih alam semesta raya aku bingun dengan cintaku padamu Tek pernah ku jumpa muka denganmu. Namun sisi relung ...
-
By: Rass Tjan Wahai cahaya seribu purnama. Aku tertidur selimut antara. Di balik bias ia menyapa jua ku tatap gunda selaksa tanya. ...




