By: amar Laduni
Air tidak harus bergejolak utk menyatakan bahwa dia basah
Api tidak harus membara diri menerangkan bahwa dia panas
Tanah tidak harus mengurai diri utk mengemukakan bahwa dia kering
Bayu tidak perlu mangamuk dalam hembusannya utk mendengarkan bahwa dia dingin.
Begitu pula kisah cinta kita.
Untuk menyadari keniscayaan cinta kita
Kamu tidak harus bersusah kahyuna menelusuri rimba2 ma'rifat belantara.
Kamu tidak harus menyelam dalam kitab2 samudra ilmu
Kamu tidak harus menyulam rasi2 bintang hakikat.
Jangan engaku tanyakan mengapa matahari Qalbi tidak pernah berhenti bersinar kasih
Jangan engkau heran mengapa rembulan jiwa membias putih bersih menghiasi langit cinta ruangi insani.
Sebab dalam pengembaraan cipta, menguap lalu tercipta, berbuah ciptaan.
Kamu tercipta hanya untukku sayangku.
Kamu ada karena aku, & aku dikatahui karena beradaanmu.
Aku hadir semata-mata karena begitu beningnya cinta ini bagimu.
Kamu cukup jangan duakan aku.
Aku cinta padamu.
Minggu, 10 Februari 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JALINAN TAKDIR
By : Basnu jiko Makolano Pandanganku tertutup tertulis suratan Di balik nyanyian diam tergoreskan Tak ku rebut takhtaMu mengucap luap...
-
By: Rass Tjan Wahai cahaya seribu purnama. Aku tertidur selimut antara. Di balik bias ia menyapa jua ku tatap gunda selaksa tanya. ...
-
Oleh Rass Tjan Cinta tak memilih warna kulitmu,rupamu Dan hartamu. Juga siapa dirimu. Ia datang pada siapa saja yang berhati man...
-
Oleh : Rass Tjan Kamu siapa? Mengenal ku saja tiada. Kamu siapa?. Tiba-tiba berucap cinta. Kamu siapa? Aku mengenalmu?.tidak h...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar